batampos – Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa atap rumah di Jalan Nyiur, Kampung Paya Lebar, Kelurahan Tanjunguban Kota, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (29/5) siang.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, beberapa bagian atap rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa dahan pohon yang roboh.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban, Panyodi, mengatakan pohon yang tumbang berada di belakang Lapangan Tenis Hang Tuah, tidak jauh dari permukiman warga.
Baca Juga: Setahun Berjuang Melawan Kanker Tulang, Iswandi Dikunjungi Polisi
Menurutnya, kondisi pohon yang rimbun ditambah cuaca buruk menyebabkan dahan besar patah dan jatuh ke arah rumah warga.
“Saat hujan deras disertai angin kencang, dahan pohon tumbang dan menimpa bagian atap rumah,” ujarnya.
Informasi kejadian diterima petugas dari Pemerintah Kelurahan Tanjunguban Kota. Setelah menerima laporan, regu piket Damkar langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Namun saat tiba di lokasi, petugas mendapati pohon tumbang berada sangat dekat dengan jaringan listrik. Kondisi tersebut sempat menyulitkan proses evakuasi karena berpotensi membahayakan keselamatan petugas.
Untuk mengantisipasi risiko tersengat listrik, Damkar segera berkoordinasi dengan pihak PLN agar aliran listrik di sekitar lokasi diputus sementara.
Baca Juga: Iran: Kesepakatan Damai Bergantung pada Sikap AS, Negosiasi Masih Berjalan Alot
“Ada suara letupan dari kabel listrik sehingga kami harus berhati-hati. Setelah berkoordinasi dengan PLN dan aliran listrik diamankan, baru proses pemotongan pohon bisa dilakukan,” kata Panyodi.
Setelah situasi dinyatakan aman, petugas kemudian mengevakuasi dahan pohon yang menimpa bangunan dan membersihkan area sekitar.
Panyodi menjelaskan kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu parah. Hanya beberapa keping atap rumah yang mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.
Ia menambahkan rumah yang terdampak dalam kondisi tidak berpenghuni. Pemilik rumah diketahui merupakan warga Tanjunguban yang saat ini menetap di Batam.
Meski tidak menimbulkan korban, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang saat cuaca ekstrem melanda wilayah Bintan. (*)
Editor : M Tahang